Ketika ia Tumbuh Dewasa

October 23, 2015Puisi Standard

Hancur porak – poranda
Berkeping – keping impian masa kecilnya
Tentang sebuah hari
Dimana ia bebas menentukan langkahnya sendiri.
Luruh sudah angan – angan di masa lalunya
Karena menjadi dewasa
Tidaklah seindah yg tergambar di benaknya.
Ia jatuh tersungkur
Tersedu – sedu
Menangisi ketidakberdayaannya.
Ia berteriak lantang
Berharap menemukan Tuhan untuk ditantang.

Nak, bangun!
Kau tidak sedang tidur sekarang
Jangan terus melamun!
Singkirkan matamu yg sendu
Bangun kembali harapanmu yg t’lah beku
Jangan palingkan wajahmu ke belakang
Karena disana ‘tak ada jalan keluar
Bangkitlah nak!
Jangan biarkan dunia tertawa menghina
Karena kau memilih untuk putus asa
Tunjukkan pada mereka semua
Bahwa kau punya hati yg istimewa
Jangan jatuh sekarang nak!
Bukan saatnya merenungi rasa kecewa
Belum waktunya untuk berhenti berusaha
Karena kau harus menjadi dewasa!

 

Mandala Padma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial

Enjoy this blog? Please spread the word :)